BUANGAN hasil sisa dari produksi rumah sakit makin tak dihiraukan lagi. Mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan kecerobohan pihak rumah sakit dalam mengelola limbah mereka. Hal ini terbukti dari banyak rumah sakit yang membuang limbah hasil sisa dari produksi rumah sakit tersebut ke dalam sungai dan berakibat mencemari lingkungan dan mengganggu habitat makhluk hidup yang ada disekitarnya.
Sebenarnya buangan seperti apa yang dibuang oleh rumah sakit? Buangan atau biasa disebut limbah mempunyai berbagai macam jenis antara lain limbah padat, limbah cair, limbah infeksius, dan masih banyak lagi berbagai macam jenis limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit.
Disini mungkin saya akan lebih menekankan pada limbah cair karena limbah inilah yang lebih banyak terbukti mencemari lingkungan karena mengandung zat-zat berbahaya. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan limbah cair rumah sakit? Sebenarnya limbah cair rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang dapat meliputi limbah domestik cair, yakni buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian dan dapat juga berupa limbah cair klinis seperti air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit yakni air bekas cucian luka, cucian darah, air limbah laboratorium, dan lain-lain.
Mengapa limbah ini tergolong bahaya? Karena banyak rumah sakit yang tidak melakukan pengolahan limbah dengan baik dan benar. Baku mutu limbah cair rumah sakit tersebut sudah melebihi dari standarnya yang seharusnya. BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), dan PH yang telah ditetapkan kadar maksimumnya dalam SK Menteri Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit pun mereka langgar dengan melebihi dari ambang batas kadar maksimal.
Rumah sakit sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan sebaiknya harus lebih memperhatikan hal ini bukan malah melanggar peraturan yang ada dan melakukan kecerobohan dalam mengolah limbah cair hasil sisa dari produksi rumah sakit tersebut. Untuk masuk dan menginap di rumah sakit saja sudah terbilang mahal, namun mengapa untuk mengolah limbahnya saja rumah sakit tidak mampu untuk melakukannya.
Lalu kemanakah uang yang didapat dari hasil berobat masyarakat? Mungkin inilah tanda tanya besar yang ada di pikiran masyarakat sekarang. Kata penyedia layanan kesehatan lebih tepat untuk melayani masyarakat untuk menuju sehat bukan malah membahayakan kesehatan masyarakat umum dan lingkungan sekitar rumah sakit.
RS Ibu dan Anak Hermina, RS Tugu Ibu, dan RS Sentra Medika pernah didakwa pada tahun 2005 karena terbukti mencemari lingkungan dengan membuang limbah cair dari rumah sakit ke aliran sungai ciliwung. Rumah sakit sebelumnya sudah diperingatkan Tim Analisis mengenai Dampak Lingkungan dari Upaya Pengelola Lingkungan Pemerintah dan Upaya Pemantauan Lingkungan dari Pemerintah Kota Depok untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbahnya tetapi hal itu tidak diindahkan.
Limbah cair yang dibuang rumah sakit ke aliran sungai ciliwung terbukti mengandung bakteri coli dan beberapa zat kimia yang sangat melebihi batas baku mutu yang telah dijelaskan sebelumnya. Tiga rumah sakit tersebut diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta. Dari contoh tersebut seharusnya rumah sakit lain harus lebih baik dan benar dalam mengolah limbah cair mereka.
Dampak buruk limbah cair ke lingkungan sekitar RS dapat berupa gangguan terhadap kelestarian lingkungan hidup seperti menimbulkan bahaya kontaminasi dan pencemaran air permukaan, mengganggu kehidupan dalam air seperti mematikan hewan dan mikroorganisme serta tumbuhan dalam air, menimbulkan bau tidak sedap, berkurang kualitas air sehingga tidak memenuhi syarat untuk air minum dan gangguan dan dampak terhadap kesehatan manusia seperti munculnya berbagai macam penyakit yang ditularkan melalui air limbah.
Ke depannya, setelah mengetahui lebih banyak mengenai limbah cair sebaiknya pemerintah cepat tanggap akan situasi ini dengan segera menindak lanjut rumah sakit yang terbukti mencemari lingkungan sekitarnya. Dan bukan hanya pemerintah saja namun masyarakat sekitar yang bermukim di sekitar daerah rumah sakitpun dapat campur tangan apabila mengetahui rumah sakit tidak mengolah limbah cairnya dengan benar dengan segera melaporkan ke kepala kelurahan ataupun organisasi LSM untuk segera dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar segera ditindak lanjuti. Ayo kita bergerak secara nyata agar lingkungan yang bersih dan sehatpun tercipta.

Writer : Nuzulia Rindriyani/ Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia

Source : http://www.pelita.or.id/baca.php?id=40916